Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Sampah Plastik Ancam Kelestarian Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya

Sampah Plastik Ancam Kelestarian Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya

Redaksi12 Mei 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Foto BeritaJatim.com
Sampah mengambang pada akses masuk Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya menyusuri sungai dengan kapal. Kondisi Ekowisata dengan variasi sampah yang menyangkut pada tanaman bakau

Surabaya – Kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo kini menghadapi tantangan serius akibat meningkatnya volume sampah plastik yang mengancam ekosistem dan keberlangsungan wisata alam tersebut.

Sampah yang menumpuk ini mayoritas tersangkut pada akar dan batang pohon mangrove, sehingga menghambat pertumbuhannya dan mencemari kawasan wisata.

Menurut pihak pengelola, tumpukan sampah ini bukan hanya berasal dari sekitar area wisata, tetapi juga terbawa aliran Sungai Brantas dari wilayah hulu seperti Malang, Jombang, dan Kediri.

Hal ini diperparah dengan posisi geografis Surabaya yang berada di hilir sungai. “Mangrove ini berperan sebagai filter alami, jadi tidak heran kalau sampah dari berbagai daerah menumpuk di sini,” ujar David, perwakilan pengelola Ekowisata Mangrove Wonorejo, Minggu (11/5/2025).

David juga menambahkan bahwa masalah utama sejak dimulainya penanaman mangrove pada tahun 2008 adalah persoalan dana dan sampah.

“Setiap hari kami bisa mengumpulkan hingga 70 karung sampah berukuran 25 kg,” ungkapnya.

Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, pengelola rutin melakukan pembersihan kawasan, dibantu oleh berbagai pihak eksternal, terutama dari sektor pendidikan. Sekolah dasar hingga perguruan tinggi diajak terlibat melalui pengajuan proposal kolaborasi.

“Kami terbuka terhadap dukungan eksternal. Banyak mahasiswa dan pelajar yang datang untuk membantu bersih-bersih,” terang David.

Foto BeritaJatim.com
Sisa sampah yang berasal dari air laut yang telah surut dan terlihat di dataran

Tak hanya pengelola, peran aktif pengunjung juga sangat dibutuhkan dalam menjaga kebersihan kawasan. Salah seorang pengunjung tetap, Lukman, menyatakan bahwa secara umum fasilitas di Ekowisata Mangrove cukup baik, namun aspek kebersihannya masih perlu ditingkatkan. Ia menyoroti perilaku hewan liar yang turut menyebarkan sampah.

“Tadi saya lihat bukan manusianya yang buang sampah, tapi ada monyet yang mengorek tong sampah dan menghamburkan isinya,” ujarnya.

David menegaskan pentingnya menjaga kawasan mangrove sebagai benteng alami Surabaya dari bencana. “Tanaman mangrove harus dijaga dan dilestarikan, karena fungsi utamanya menjadi pelindung Surabaya dari datangnya puting beliung,” tegasnya.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, pengelola, pengunjung, dan masyarakat sekitar sangat penting untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Keberhasilan dalam mengatasi permasalahan sampah plastik tidak hanya berdampak pada keindahan dan kebersihan kawasan wisata, tetapi juga pada kelangsungan fungsi ekologis hutan mangrove sebagai pelindung lingkungan perkotaan.

Penulis: Vanya Gabrielle dan Felicia Evelyn
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

mangrove wonorejo sampah plastik Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026

Surabaya Punya Spot Baca Estetik, Gen Z Kini Lebih Betah Membaca daripada Scroll Medsos

14 Juli 2026

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.