Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Sukses Besar, Tour de Banyuwangi Ijen 2024 Menjadi Ajang Bergengsi Bagi Pesepeda Internasional

Sukses Besar, Tour de Banyuwangi Ijen 2024 Menjadi Ajang Bergengsi Bagi Pesepeda Internasional

Agathon Agnar12 Agustus 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2024 kembali mencatat kesuksesan besar, dengan pelaksanaan yang berlangsung pada 22-25 Juli 2024 di Banyuwangi, Jawa Timur. Ajang bergengsi yang telah diadakan sejak 2012 ini, dan diakui resmi oleh Union Cycliste International (UCI), berhasil menarik 72 peserta dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Jepang, Eritrea, Belanda, hingga Spanyol. Para pembalap bersaing ketat untuk memperebutkan gelar dan mengumpulkan poin penting dalam upaya menjadi tim terbaik di tingkat kontinental maupun dunia.

Pada tahun ini, seluruh peserta harus menaklukkan empat etape dengan total jarak tempuh 607,8 kilometer. Salah satu momen paling menegangkan terjadi pada etape terakhir yang dikenal sebagai ‘jalur neraka’, di mana para pembalap harus menghadapi tanjakan Hors Categorie menuju Paltuding Gunung Ijen yang memiliki gradien hingga 23%.

Merhawi Kudus, pembalap asal Eritrea yang telah tiga kali menjadi juara nasional di negaranya, berhasil keluar sebagai juara umum (general classification) TdBI 2024. Kudus yang tergabung dalam tim UCI Continental Terengganu Cycling Team, sukses menyelesaikan etape terakhir dengan catatan waktu 4 jam 34 menit 54 detik, meninggalkan pesaing terdekatnya, Metkel Eyob, yang juga berasal dari Eritrea, dengan selisih waktu sekitar 2 menit. Pencapaian ini mengantarkan Kudus meraih dua gelar sekaligus, yakni Ijen Sulfur Jersey (Yellow Jersey) sebagai pemimpin balapan, dan Rebound Jersey (Polkadot Jersey) sebagai raja tanjakan.

Kudus mengungkapkan kekagumannya terhadap tantangan tanjakan Gunung Ijen yang telah lama ia pelajari sebelum kedatangannya ke Banyuwangi. “Track Ijen sesuai dengan ekspektasi tinggi saya. Ini pertama kalinya saya ke Banyuwangi, dan saya sudah belajar dari pengalaman para cyclist sebelumnya. Jika diukur dalam skala 1 sampai 10, saya memberikan nilai 9 untuk kesulitannya,” kata Kudus.

Salah satu kesamaan yang dimiliki oleh semua pemenang di podium utama TdBI 2024 adalah sepeda yang mereka gunakan. Merhawi Kudus, Metkel Eyob, dan Benjamin Prades Reverte, yang menempati tiga posisi teratas, semuanya mengendarai Polygon Helios, sepeda balap yang telah menjadi andalan banyak atlet sejak diluncurkan lebih dari 10 tahun lalu oleh Polygon. Helios terus dikembangkan untuk meningkatkan performa, dengan versi terbaru yang dirilis pada 2021.

Zendy Renan, Chief of Product Development di Polygon, mengungkapkan bahwa kesuksesan Helios tak lepas dari kolaborasi dengan para atlet. “Kami selalu didorong oleh para atlet untuk terus berinovasi. Kami berhasil mengurangi bobot frame sepeda dari 1,1 kilogram menjadi sekitar 800 gram,” jelas Zendy.

Brand Marketing Polygon Bikes, Alda Miranda, juga menambahkan bahwa kesuksesan Polygon di TdBI 2024 adalah hasil dari kerja sama tim yang solid, baik itu dengan Terengganu Cycling Team, VC Fukuoka, maupun Nusantara Pro Cycling Team. “Ini adalah kolaborasi yang luar biasa dan menjadi langkah penting dalam mengenalkan sport tourism Indonesia di mata dunia,” ujar Alda.

Tidak hanya pembalap internasional, pesepeda asal Indonesia, Muh. Imam Arifin dari Nusantara Pro Cycling Team, juga mencatat prestasi gemilang dengan mengamankan Gandrung Jersey (Red and White Jersey) sebagai pembalap Indonesia terbaik. Imam, yang juga menggunakan Polygon Helios, menunjukkan performa impresif dengan menaklukkan Sulfur Jersey pada etape sebelumnya.

Tour de Banyuwangi Ijen 2024 sekali lagi membuktikan diri sebagai ajang balap sepeda internasional yang patut diperhitungkan, membawa nama Banyuwangi semakin dikenal di kancah olahraga dunia.

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026

Surabaya Punya Spot Baca Estetik, Gen Z Kini Lebih Betah Membaca daripada Scroll Medsos

14 Juli 2026

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.