Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Wepose Surabaya: Menyalakan Harapan di Makam Rangkah

Wepose Surabaya: Menyalakan Harapan di Makam Rangkah

Teddy A. Hendrawan5 Juni 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Foto BeritaJatim.com
Wepose Surabaya di Makam Rangkah

Surabaya – Di tengah ketenangan Makam Rangkah, Jalan Sidoyoso Kali Selatan 22, RT4 RW4, Kelurahan Tambak Rejo, Kecamatan Simokerto, Surabaya, terdengar suara anak-anak yang sedang belajar membaca dan menulis.

Wepose Surabaya, sebuah komunitas yang lahir dari sebuah tugas kuliah pada 2019, telah menjadi cahaya harapan bagi anak-anak marjinal di Kota Surabaya.

Pada Juni 2025, Wepose Surabaya akan berkembang menjadi Wepose Indonesia, untuk memperluas tujuannya ke Malang dan kemudian Nusa Tenggara.

Di balik perjalanan ini, terdapat Tabitha Naema Christy, perempuan asal Riau yang memulai langkah besar dengan tekad dan visi yang kuat.

Tabitha, seorang mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, mendirikan Wepose pada 2019.

Bersama rekan-rekannya, ia mendapat tugas kerja lapangan untuk mengajar. Namun, mereka memilih jalur yang berbeda, dengan harapan ingin memberikan dampak di luar lingkungan sekolah formal.

Mereka menemukan fakta bahwa banyak anak di Surabaya masih buta aksara. Dari sinilah Wepose lahir, sebuah inisiatif untuk mengajarkan baca-tulis kepada anak-anak yang terpinggirkan.

Kini, komunitas ini telah menjangkau enam titik di Surabaya, dengan Makam Rangkah sebagai titik keenam. “Kami ingin Wepose menjadi jembatan harapan, tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk masyarakat sekitar,” ujar Tabitha dengan penuh semangat.

Perjalanan Wepose tidak selalu mulus. Berasal dari Riau, Tabitha menghadapi tantangan beradaptasi dengan budaya dan bahasa Surabaya.

“Bahasa menjadi hambatan besar, apalagi saya bukan orang lokal,” ujarnya. Selain itu, keterbatasan dana dan sumber daya manusia di awal pendirian komunitas sempat menjadi kendala. Namun, dengan kerja keras dan dukungan relawan, kebutuhan dasar Wepose akhirnya dapat terpenuhi. “Syukur, sampai sekarang kami bisa terus berjalan,” tambahnya dengan nada optimis.

Setiap kegiatan yang dilakukan oleh Wepose Surabaya membawa momen yang menyentuh hati. Tabitha masih ingat kegembiraan melihat anak-anak didiknya, yang awalnya tidak bisa membaca, kini mampu mengeja dan menulis.

“Melihat mereka bisa baca itu rasanya luar biasa. Itu yang membuat kami terus bersemangat,” katanya dengan senyum.

Di Makam Rangkah, dampak Wepose bahkan lebih luas. Komunitas ini tidak hanya mengajarkan literasi, tetapi juga membantu pembangunan dua toilet umum dan sebuah jembatan cor, menggantikan jembatan kayu yang sudah rapuh. Perubahan ini memberikan manfaat nyata bagi warga setempat, menjadikan Wepose lebih dari sekadar komunitas pendidikan.

Pada bulan Juni 2025, Wepose Surabaya akan resmi menjadi Wepose Indonesia, sebuah langkah besar untuk menjangkau lebih banyak anak di luar Surabaya.

Kota Malang akan menjadi tujuan pertama, diikuti oleh Nusa Tenggara. Bagi Tabitha, Wepose bukan hanya tentang mengajar anak-anak marjinal, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi.

“Wepose adalah tempat bagi anak muda untuk mewujudkan ide-ide mereka, seperti tugas kuliah yang bisa diwujudkan di lapangan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada generasi muda: “Jika punya banyak harta, membantu orang memang mudah. Tapi jika kamu hanya punya sedikit dan masih bisa menyisihkan untuk orang lain, itu baru luar biasa.”

Di Makam Rangkah, Wepose menunjukkan bahwa pendidikan bisa hadir di tempat yang paling tidak terduga. Dari sebuah tugas kuliah sederhana, Tabitha dan timnya telah mengubah hidup banyak anak dan warga sekitar.

Dengan semangat yang tak pernah padam, Wepose mengajak generasi muda untuk turut berkontribusi, menyisihkan waktu, tenaga, atau ide untuk membuat perubahan. Seperti kata Tabitha, dari sesuatu yang kecil, kita bisa menciptakan dampak yang besar. Di tengah batu nisan dan cerita kehidupan, Wepose Surabaya membuktikan bahwa satu huruf yang dipelajari bisa menjadi awal dari mimpi yang lebih luas.

Penulis : Anindita Aurora Salsabila
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya 

Makam Rangkah Wepose Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026

Surabaya Punya Spot Baca Estetik, Gen Z Kini Lebih Betah Membaca daripada Scroll Medsos

14 Juli 2026

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.