Jakarta (beritajatim.com) – Universitas Paramadina menggelar Wisuda ke-40 pada hari Sabtu (15/6/2024) di Convention Hall – Gedung SMESCO Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, IPU – Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia, menyampaikan pidato kunci yang membahas tentang tantangan masa depan yang dihadapi Indonesia, khususnya di bidang pertanian.
Prof. Marsudi memaparkan bahwa Indonesia saat ini dihadapkan pada berbagai permasalahan, seperti perubahan iklim, konversi lahan sawah menjadi hunian, berkurangnya jumlah petani, dan minimnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Hal ini mengakibatkan impor bahan pangan dan obat-obatan yang tinggi.
“Bagaimana menyelesaikan tantangan tersebut? Salah satunya dengan menggunakan ilmu pengetahuan,” ujar Prof. Marsudi. Beliau mengingatkan para wisudawan tentang simbol Universitas Paramadina yang diambil dari Surat An-Nisa ayat 113, yang mengandung makna penguasaan kitab (kebenaran) dan hikmah (pengetahuan).
“Merujuk simbol ini, kita sebagai wisudawan harus mampu menguasai dua hal ini al-kitab dan al-hikmah, jika hanya salah satunya saja maka tidak akan utuh,” jelas Prof. Marsudi.
[irp]
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah III., Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan sarjana saat ini dan masa depan tidaklah ringan, yaitu bagaimana memperoleh pekerjaan yang layak dan diakui sesuai dengan kompetensi dan passion.
“Lulus dari perguruan tinggi bukan berarti akhir dari segalanya,” tutur Prof. Toni. “Kalian telah membuka pintu ke dalam dunia profesi yang luas sehingga kalian harus terus berjuang untuk menunjukkan kemampuan terbaik, di dalam berbagai bidang ilmu yang didapat, kalian harus bisa menjadi agent of change didalam masyarakat dan juga membawa kebaikan bagi seluruh orang.”
HM. Jusuf Kalla, Ketua Umum Pembina Yayasan Wakaf Paramadina berpesan tantangan mengaplikasikan ilmu sesuai kebutuhan masyarakat.
“Ilmu adalah hal penting yang akan meningkatkan peringkat anda. Di universitas anda akan memperoleh ilmu dan logika, pada bidang pekerjaan akan menguji logika dan ilmu yang telah kalian peroleh, kalau di Universitas anda diuji oleh dosen, tapi dunia kerja masyarakat akan menguji anda lebih lagi. Paramadina tentu memberikan anda hal yang terbaik, yang dapat diberikan kepada kalian semua untuk dapat siap menghadapi dunia kerja.”katanya.
Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc, Ph.D juga memberikan pesan kepada para Wisudawan akan adanya unsur dalam kehidupan yang harus dibawa secara utuh.
“Pertama adalah dimensi Ilahiah psikologis kita harus terang seperti kaca yang bersih, yang kedua adalah fisik, jika badan kita kuat maka kita akan mampu mengerjakan pekerjaan dengan baik. Ketiga adalah ilmu yang kita dapat, dan yang keempat kita harus mencapai kesejahteraan. Indonesia akan menjadi 6 besar di dunia tapi kesenjangannya akan sangat tinggi, 40% dari penduduk kita masih SD kebawah, maka saudara sekalian hanya 5-8% dari masyarakat Indonesia, karena itu semoga wisuda ini bisa menjadi titik balik agar kalian dapat menjadi manusia yang lebih baik.” kata Didik.
[irp posts=”795371″ ]
Pratiwi Astar, S.Kom, MSc, mewakili Pengurus Yayasan Wakaf Paramadina mengapresiasi keberhasilan para wisudawan. “PR selanjutnya akan banyak pertanyaan mau apa setelah ini? Mau jadi apa setelah ini” apapun pilihan kalian tetap lanjutkan prinsip-prinsip Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyrakat.”
“Sebagai alumni Paramadina, satu hal yang kami harapkan tetap dapat mengedepankan akhlak yang baik. Kami yakin seluruh wisudawan Universitas Paramadina yang telah menyelesaikan mata kuliah anti korupsi akan terus memegang teguh prinsip-prinsip kejujuran, transparansi, akuntabilitas. Kami yakin wisudawan akan menjadi champion champion terbaik di masyarakat dan dapat menerapkan ilmu dan hikmah yang didapat dengan akhlak yang terpuji.” Pesan Pratiwi.
Dr. Fatchiah E. Kertamuda, M.Sc, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina menyatakan kegembiraan atas berhasil paripurna studi mahasiswa Universitas Paramadina dimana hari ini meluluskan 218 sarjana dan 122 magister.
“Prestasi wisudawan juga sangat bagus, rata rata IPK untuk program sarjana mencapai 3,54 dengan masa studi 3 tahun 5 bulan, rekor tercepat diperoleh oleh wisudawan sarjana manajemen dengan masa studi 3 tahun 3 bulan 22 hari. Yang kedua rata-rata IPK program magister adalah 3,79 dengan masa studi 1 tahun 9 bulan, rekor tercepat dari prodi magister manajemen dengan masa studi 1 tahun 4 bulan, 19 hari.”
“Dari 330 wisudawan itu, terdapat wisudawan penerima beasiswa, yaitu penerima beasiswa dari Kemendikbud Ristek Dikti terdapat 6 wisudawan penerima beasiswa KIP Kuliah dan 2 penerima beasiswa unggulan, ada penerima beasiswa dari transjakarta, dan penerima beasiswa internal dari Universitas Paramadina, sebanyak 6 wisudawan.” Papar Fatchiah. (ted)

