Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Mengulik Kurikulum Deep Learning dari Kacamata Pendidik

Mengulik Kurikulum Deep Learning dari Kacamata Pendidik

Ardhiana Yoghi Savitrie, M.Pd8 November 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Foto BeritaJatim.com
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Saat ini kita hidup di dunia yang penuh perubahan menuju hal yang lebih baik. Life is changing, hidup selalu berubah ke arah yang lebih baik. Seiring dengan adanya perkembangan dan perubahan jaman inilah, maka hadirlah sebuah gagasan tentang Kurikulum Deep Learning.

Kurikulum Deep Learning apabila dilihat dari arti secara harfiah merupakan pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna.

Tujuan dari gagasan Kurikulum Deep Learning ini adalah menekankan pemahaman konten, relevansi praktis, dan pengalaman belajar yang bermakna bagi setiap siswa.

Kurikulum Deep Learning ini dititikberatkan pada tiga pilar utama: Mind Full Learning, Mining Full Learning, dan Joy Full Learning.

Mind Full Learning atau bisa disebut juga pembelajaran bermakna merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan fokus dan hasil belajar siswa.

Teori pembelajaran bermakna ini disebut juga dengan teori ausubel. Ausubel sendiri memberikan penekanan terhadap pentingnya pembelajaran yang bermakna dan juga pentingnya pengulangan sebelum dimulainya pembelajaran.

Belajar bisa dikategorikan menjadi dua yaitu yang pertama berkaitan dengan cara informasi ataupun materi yang ditampilkan kepada para siswa melalui penerimaan ataupun penemuan. Kemudian yang kedua adalah berkaitan dengan bagaimana para siswa bisa mengaitkan informasi tersebut pada struktur kognitif yang sudah ada, yang mana meliputi fakta, konsep, dan juga generalisasi yang sudah dipelajari dan diingat oleh siswa.

Dalam tahapan pertama belajar, siswa bisa menemukan sendiri materi yang akan dipelajari. Di tahapan kedua, siswa menghubungkan ataupun mengaitkan informasi tersebut ke dalam pengetahuan yang sudah dimilikinya. Maka akan terjadi sebuah proses yang mewujudkan belajar yang bermakna.

Mind Full learning memiliki poin – poin yang positif, seperti halnya membuat siswa aktif dalam belajar sehingga kegiatan belajar mengajar tidak membosankan, membantu siswa mengendalikan emosi, bersikap tenang, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab, membuka kesempatan untuk belajar lebih efektif dan membantu siswa menerima berbagai pandangan dan pendapat orang lain.

Mining Full Learning memiliki pengertian pembelajaran yang bermakna. Menurut Pakar pendidikan Suparno (1997) mengatakan, bahwa pembelajaran bermakna adalah suatu proses pembelajaran di mana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dipunyai seseorang yang sedang dalam proses pembelajaran. Guru membersamai siswa dengan cara menyiapkan kebutuhan yang diperlukan dalam proses pembelajaran dan harus sesuai dengan kemampuan siswa dan harus pula relevan dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa.

Dalam konteks ini, guru dapat mengajarkan sebuah konsep kepada siswa memanfaatkan media dalam proses pembelajarannya. Sehingga proses ini akan menumbuhkan sebuah proses yang mining full learning (pembelajaran bermakna).

Joyfull learning merupakam metode pembelajaran yang menyenangkan, di mana peserta didik diajak belajar sambil bermain. Tujuannya adalah untuk meminimalisir ketegangan saat proses pembelajaran sehingga siswa tertarik mengikuti pembelajaran.

Adapun Prinsip-prinsip joyfull learning, antara lain: Pembelajaran bermakna, Pembelajaran kontekstual, Teori konstruktivisme, Pembelajaran aktif, Psikologi perkembangan anak.

Foto BeritaJatim.com
Ardhiana Yoghi Savitrie, M.Pd

Beberapa tahapan yang dapat dilakukan dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, antara lain: menggunakan pertanyaan untuk berpikir kritis, menggunakan musik untuk mengajar, menggunakan video atau multimedia, menemukan hal baru bersama, membuat siswa penasaran, menunjukkan kepedulian terhadap siswa, melibatkan siswa dalam proyek Joyfull learning dikenal sebagai model pembelajaran yang menyenangkan dan relaks, sehingga siswa tidak merasa tertekan atau takut terhadap gurunya.

Tujuannya adalah untuk meminimalisir ketegangan saat proses pembelajaran sehingga siswa tertarik mengikuti pembelajaran. Joyfull learning ini sebuah pembelajaran yang dikemas yang menyenangkan dan bermakna sehingga akan mewujudkan masa depan yang penuh gemilang. (ted)

Ardhiana Yoghi Savitrie, M.Pd
Kepala TK Muslimat NU 254 Nurul Ishlah Kabupaten Gresik
Book Writer
Pemerhati PAUD

Deep Learning Pendidikan Anak Usia Dini
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026

Menavigasi Arus Digital: Bagaimana Teknologi Media Merombak Jiwa Sosial Kita

30 Juni 2026

Harga dan Rupiah ‘Naik’, Ini Solusi Yang Harus Pemerintah Lakukan

19 Juni 2026

Di Atas Polemik, Reog Harus Tetap Menjadi Pemenang

18 Juni 2026

Main Hakim Sendiri Bukan Syariat dan Bukan Hukum

18 Juni 2026

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

7 Komentar

  1. Siti Chomsiyah on 8 November 2024 20:35

    Luar biasa dan sangat menginspirasi.

    Reply
    • Anonim on 8 Februari 2025 20:13

      Terimakasih bu 🙏🙏

      Reply
  2. Siti Mashulah on 15 November 2024 11:36

    Sangat menginspirasi dan bermanfaat, sukses selalu Bu Dian

    Reply
  3. Uswatun Khasanah on 28 November 2024 09:56

    Inspirasi baru yang luar biasa..
    Sukses selalu

    Reply
  4. Anonim on 6 Januari 2025 12:56

    Mantabs bos guru. Tetap semangat belajar dan mengajar dengsn niat shodaqoh, in syaa alloh ridhlo, aamiin ya robbal’aalaamiin

    Reply
  5. Triya on 6 Januari 2025 16:12

    Keren, menginspirasi
    Sukses selalu

    Reply
  6. Anonim on 12 Februari 2025 20:55

    Masyaa Allah, semoga menjadikan ilmu yang bermanfaat

    Reply
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026

Menavigasi Arus Digital: Bagaimana Teknologi Media Merombak Jiwa Sosial Kita

30 Juni 2026

Harga dan Rupiah ‘Naik’, Ini Solusi Yang Harus Pemerintah Lakukan

19 Juni 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.