Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Sanggar Tari Prastika Kebraon Surabaya Lestarikan Budaya Bangsa

Sanggar Tari Prastika Kebraon Surabaya Lestarikan Budaya Bangsa

Eunike Felicia5 Juni 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Foto BeritaJatim.com
Sanggar Tari Bali Narawari Pendopo Jayengrana, Cak Durasim jalan Genteng Kali, No. 85, Surabaya

Surabaya – Di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang terus berkembang, kebudayaan tradisional seringkali menghadapi berbagai tantangan.

Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana memastikan budaya warisan leluhur tetap memiliki tempat dan makna, khususnya di mata generasi muda.

Kini, lebih banyak remaja yang lebih hafal gerakan dance K-pop daripada memahami dan mengerti maksud dan tujuan dari setiap gerakan tari tradisional.

Meski budaya asing sangat populer, masih ada tempat-tempat kecil yang berusaha menjaga budaya Indonesia tetap hidup, salah satunya lewat sanggar tari.

Kota Surabaya menjadi contoh nyata bagaimana budaya bisa terus dilestarikan lewat sanggar tari, dimana anak-anak mudanya tetap mencintai dan merawat budaya mereka sendiri.

Di Sanggar Tari Bali Naraswari terdapat latihan rutin yang diadakan setiap Jumat sore yang berlokasi di Pendopo Jayengrana, Cak Durasim jalan Genteng Kali, No. 85, Surabaya.

Wahyu (17), salah satu penari di sanggar tersebut mengaku lebih tertarik untuk menari tradisional dan ia menyadari bahwa melestarikan tari tradisional bukan hal yang mudah.

“Sebagai anak muda, tantangannya cukup besar karena banyak budaya luar yang masuk ke Indonesia. Sayangnya, kita kadang kesulitan membedakan mana yang cocok dan mana yang tidak, sehingga budaya kita sendiri bisa terlupakan,” katanya

Tirta (26), pelatih tari di Sanggar Tari Bali Naraswari, melihat bahwa sebenarnya generasi muda masih punya potensi besar untuk mencintai tari tradisional.

“Anak-anak bisa tertarik pada tari tradisional karena karakter jiwanya memang cocok, misalnya salah satu murid saya yang berasal dari Bali, secara alami sudah punya kedekatan dengan budaya Bali itu sendiri,” ujarnya.

Namun, menurut Tirta, tantangan terbesarnya adalah banyaknya budaya luar yang masuk, sehingga makin sulit menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia.

“Apalagi tari Bali punya tingkat kesulitan dengan teknik yang cukup tinggi. Tetapi selama kita bisa terus menanamkan pentingnya menjaga budaya sendiri, anak-anak tidak akan mudah melupakannya hal tersebut” tambahnya.

Melalui cara yang berbeda, namun dengan semangat yang sama juga terlihat di Sanggar Tari Prastika Surabaya.

Sanggar Tari Prastika menggelar latihan setiap hari Sabtu yang berlokasi di Kantor Kelurahan Kebraon, jalan Griya Kebraon, No. 1, Karangpilang, Surabaya.

Shella (16), salah satu penari di sanggar tersebut, dengan bangga mengatakan bahwa menari adalah bentuk cintanya pada budaya Indonesia “kita harus terus melestarikan budaya, agar budaya kita nggak punah,” ujarnya.

Pimpinan sanggar tari, Ketut Santoso menyampaikan bahwa minat beberapa anak muda terhadap tari tradisional masih cukup tinggi meskipun dengan adanya gempuran tari modern.

“Anak-anak masih antusias karena sering ada acara dan dukungan dari berbagai lembaga yang membuat mereka tertarik belajar tari tradisional,” ujarnya.

Foto BeritaJatim.com
Sanggar Tari Prastika Kebraon Surabaya

Ia percaya bahwa daya tarik tari tradisional muncul karena tradisinya sudah terbentuk dan tertata, sehingga akan mudah disukai.

Meski berbeda pendekatan, baik Sanggar Naraswari maupun Sanggar Puspita sama-sama menunjukkan bahwa semangat untuk melestarikan budaya masih kuat di kalangan anak muda.

Keterlibatan generasi muda dalam belajar dan menjaga tari tradisional jadi tanda bahwa budaya Indonesia masih punya harapan untuk terus hidup.

Dengan dukungan dari pemerintah, pelatih, komunitas, orang tua dan pihak-pihak yang peduli akan budaya Indonesia, dimana sanggar seperti ini bisa jadi tempat aman dan menyenangkan bagi anak muda untuk tetap dekat dengan budaya tradisional Nusantara. (ted)

Penulis: Eunike Felicia 
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Fikom UKWM sanggar tari surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026

Menavigasi Arus Digital: Bagaimana Teknologi Media Merombak Jiwa Sosial Kita

30 Juni 2026

Harga dan Rupiah ‘Naik’, Ini Solusi Yang Harus Pemerintah Lakukan

19 Juni 2026

Di Atas Polemik, Reog Harus Tetap Menjadi Pemenang

18 Juni 2026

Main Hakim Sendiri Bukan Syariat dan Bukan Hukum

18 Juni 2026

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026

Menavigasi Arus Digital: Bagaimana Teknologi Media Merombak Jiwa Sosial Kita

30 Juni 2026

Harga dan Rupiah ‘Naik’, Ini Solusi Yang Harus Pemerintah Lakukan

19 Juni 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.