Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Pengaruh Rasio Keuangan, Pertumbuhan Penjualan, dan Dividen terhadap Harga Saham

Pengaruh Rasio Keuangan, Pertumbuhan Penjualan, dan Dividen terhadap Harga Saham

Weka Rasendrya Pratama13 Oktober 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Tangerang – Harga saham di pasar modal tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro, tetapi juga oleh faktor-faktor fundamental perusahaan. Salah satu penelitian menarik yang membahas hal ini adalah karya Tita Deitiana berjudul “Pengaruh Rasio Keuangan, Pertumbuhan Penjualan, dan Dividen terhadap Harga Saham”, yang dimuat dalam Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 13, No. 1, April 2011 (hal. 57–66).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana rasio keuangan, pertumbuhan penjualan, dan dividen berpengaruh terhadap harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), khususnya pada perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 selama periode 2004–2008.

Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh beberapa variabel terhadap harga saham. Adapun variabel yang digunakan meliputi:

-Likuiditas, diukur dengan Current Ratio
-Profitabilitas, diukur dengan Return on Equity (ROE)
-Pertumbuhan Penjualan (Sales Growth)
-Dividen, diukur dengan Dividend Payout Ratio (DPR)

Dari hasil analisis, ditemukan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan likuiditas, pertumbuhan penjualan, dan dividen tidak menunjukkan pengaruh yang berarti.

Nilai Adjusted R-Square sebesar 0,113 (11,3%) menandakan bahwa keempat variabel fundamental tersebut hanya mampu menjelaskan sekitar 11,3% variasi harga saham. Artinya, masih ada 88,7% faktor lain yang berpengaruh terhadap harga saham, seperti inflasi, suku bunga, sentimen pasar, dan kondisi ekonomi global.

1. Profitabilitas Meningkatkan Daya Tarik Saham
Profitabilitas terbukti menjadi faktor utama yang memengaruhi harga saham. Investor lebih fokus pada kemampuan perusahaan menghasilkan laba karena dianggap sebagai sinyal positif mengenai prospek bisnis di masa depan.

Semakin tinggi tingkat profitabilitas, semakin besar pula minat investor untuk membeli saham perusahaan tersebut.

2. Likuiditas Kurang Diperhatikan Investor
Berbeda dengan profitabilitas, likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Investor tampaknya tidak terlalu memperhatikan kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek, melainkan lebih menilai seberapa efisien perusahaan mengelola modal untuk menghasilkan keuntungan.

3. Pertumbuhan Penjualan Tidak Selalu Mengangkat Harga Saham
Meskipun pertumbuhan penjualan menunjukkan peningkatan aktivitas bisnis, penelitian ini menemukan bahwa penjualan yang meningkat tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan harga saham. Efisiensi operasional, strategi bisnis, serta pengendalian biaya menjadi faktor penting lain yang harus diperhatikan.

4. Dividen Bukan Penentu Utama Harga Saham
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dividen tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hal ini berbeda dengan teori sinyal (signaling theory) yang menyebutkan bahwa pembayaran dividen mencerminkan sinyal positif mengenai prospek perusahaan.

Investor di BEI tampaknya lebih fokus pada kinerja laba bersih daripada kebijakan pembagian dividen.

Peneliti menyadari adanya beberapa keterbatasan, yaitu fokus hanya pada faktor fundamental tanpa melihat arah pergerakan harga saham, Variabel independen hanya mencakup empat faktor utama, belum termasuk faktor eksternal seperti inflasi, suku bunga, atau kondisi ekonomi global dan Periode penelitian yang singkat (2004–2008) dinilai belum cukup untuk menggambarkan tren jangka panjang pasar modal Indonesia.

Untuk hasil yang lebih komprehensif, penelitian berikutnya disarankan untuk menambahkan variabel eksternal, seperti suku bunga, inflasi, dan nilai tukar. Mengklasifikasikan perusahaan berdasarkan struktur keuangan (hutang dan ekuitas) atau sektor industri dan Menggunakan periode waktu yang lebih panjang agar hasil analisis lebih akurat dan stabil.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa profitabilitas merupakan faktor fundamental utama yang memengaruhi harga saham di Bursa Efek Indonesia. Namun, karena nilai R-Square masih rendah (11,3%), model ini belum sepenuhnya menjelaskan dinamika pasar saham Indonesia yang kompleks.

Untuk memahami pergerakan harga saham secara lebih mendalam, investor perlu menggabungkan analisis fundamental, teknikal, serta faktor eksternal dan psikologis pasar.

Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi penting bagi investor, akademisi, maupun pelaku pasar modal dalam memahami hubungan antara rasio keuangan, pertumbuhan penjualan, dan dividen terhadap harga saham di BEI.

Weka Rasendrya Pratama
Mahasiswa Universitas Pamulang

keuangan pasar modal penjualan saham
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026

Menavigasi Arus Digital: Bagaimana Teknologi Media Merombak Jiwa Sosial Kita

30 Juni 2026

Harga dan Rupiah ‘Naik’, Ini Solusi Yang Harus Pemerintah Lakukan

19 Juni 2026

Di Atas Polemik, Reog Harus Tetap Menjadi Pemenang

18 Juni 2026

Main Hakim Sendiri Bukan Syariat dan Bukan Hukum

18 Juni 2026

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026

Menavigasi Arus Digital: Bagaimana Teknologi Media Merombak Jiwa Sosial Kita

30 Juni 2026

Harga dan Rupiah ‘Naik’, Ini Solusi Yang Harus Pemerintah Lakukan

19 Juni 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.