Surabaya (beritajatim.id) – Satlantas Polrestabes Surabaya menggelar Gebyar Sosialisasi Operasi Zebra Semeru 2025 dengan turun langsung ke masyarakat dan membagikan brosur keselamatan berlalu lintas di kawasan Jalan Raya Darmo.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi sebelum penindakan resmi Operasi Zebra yang berlangsung selama 14 hari, sejak 17 hingga 30 November 2025.
Kasatlantas menargetkan sosialisasi ini menyentuh berbagai wilayah padat mobilitas. Terdapat 16 titik operasi di Surabaya, di antaranya Jalan Diponegoro, Jalan Ir. Soekarno (MERR), Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Darmo, Jalan Greges, Jalan Perak Barat, Jalan A. Yani Margorejo Utara, Jalan A. Yani Siwalankerto, Jalan Adityawarman Indragiri Barat dan Timur, Jalan Airlangga Dharmawangsa Selatan dan Utara, Jalan Kertajaya Dharmawangsa Selatan, Timur, dan Utara, Jalan Manyar Nginden Selatan dan Utara, Jalan Mastrip Wiyung Selatan dan Utara, Jalan Tunjungan Siola, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Kenjeran. Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena menjadi jalur rawan pelanggaran lalu lintas.
Anggota Satlantas Polrestabes Surabaya, Bripka Ajipratama, menyampaikan bahwa operasi ini bukan hanya fokus pada penilangan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar tertib berlalu lintas.
“Tujuan kami yang pertama adalah mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, karena risiko kecelakaan tinggi terjadi akibat kecepatan berlebih. Kedua, kami ingin menyadarkan pengguna jalan agar lebih tertib,” ujar Ajipratama, Jumat (28/11/2025).
Selain sosialisasi langsung di jalan, Satlantas juga menyasar sekolah, kampus, hingga kelompok masyarakat di tiga kecamatan: Wonokromo, Sawahan, dan Tambaksari. Salah satunya dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Ciputra dalam kegiatan edukasi safety driving.
Lebih lanjut, Ajipratama memaparkan rencana keberlanjutan dalam menyambut Nataru, kepolisian juga akan melakukan operasi lilin semeru 2025 yang nantinya kegiatan ini dilaksanakan dua minggu sebelum natal berlangsung dengan sasaran yang tetap sama yakni pengendara bermotor dan juga pengguna jalan. Agar menjelang nataru tetap aman dan nyaman di kota Surabaya.
Adapun tips dan himbauan dari bripka ajipratama selaku anggota yang bertugas “Baik untuk para pengendara bermotor maupun pengguna jalan, yang pertama adalah kita harus menjaga emosional kita karena apa ketika kita di jalan raya kalo sudah emosi kita pasti akan bertengkar atau berkonflik dengan sesama penggunaan jalan.

Kemudian yang kedua tetap mematuhi peraturan lalulintas, seperti rambu lalulintas, markah jalan, maupun traffic light. Kemudian kalo arah pergerakan lalulintas itu satu arah, ya jangan melawan arus. Itu juga bisa membahayakan orang lain maupun diri kita sendiri,” ucap bripka ajipratama
Kanit Kamsel Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP Santa Yulia Sri Surjani, S.H., menambahkan bahwa Operasi Zebra Semeru tahun ini digelar serentak oleh 36 polda di Indonesia.
Ia menyebut, setiap harinya ada potensi 500 pelanggaran terekam ETLE, dengan pelanggaran terbanyak berupa pengendara melawan arus. Adapun penindakan berfokus pada 7 prioritas pelanggaran, antara lain penggunaan ponsel saat berkendara, boncengan lebih, kecepatan berlebih, pengendara di bawah umur, berkendara di bawah pengaruh alkohol, tidak memakai helm atau sabuk keselamatan, serta balap liar.
Salah satu pengendara yang ditemui di lokasi, Letnan Nurohman dari institusi pendidikan TNI, menilai langkah ini efektif menekan kejahatan jalanan.
“Karena kan untuk pengecekan surat2 kadang2 sangat berpengaruh, karena kalo gak ada surat2 kan berarti kendaraan kan tidak bener. mungkin kan kendaraan bodong dan lain-lain,” ujarnya.
Sosialisasi Operasi Zebra Semeru 2025 menunjukkan bahwa edukasi dan penegakan hukum dapat berjalan sejalan. Satlantas Polrestabes Surabaya bukan hanya menindak, tetapi juga memberikan solusi agar masyarakat membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.
Cantika Putri Yuarta
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala (UKWMS) Surabaya

