Surabaya – Cleo Festival Kuliner (CFK) kembali hadir di Kota Surabaya sebagai tuan rumah untuk edisi ke-5, diselenggarakan di Lapangan Parkir Timur Plaza Surabaya pada tanggal 14 hingga 16 November 2025.
Event tahunan yang digagas oleh Cleo Pure Water ini kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal, dengan menghadirkan lebih dari 100 tenant kuliner.
Acara ini sekaligus menjadi perayaan ulang tahun Cleo ke-22 yang dihadiri lebih dari 100.000 pengunjung.
Dikenal sebagai salah satu event kuliner tahunan terbesar di Indonesia, CFK 2025 di Surabaya ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi dan hiburan, tetapi juga menjadi wadah pengembangan ekonomi bagi para pelaku UMKM lokal. Event ini kembali ke Surabaya sebagai kota pertamanya.
Festival ini juga menjadi momentum bagi para pelaku UMKM untuk memperluas promosi. Beberapa tenant mengaku mendapatkan peningkatan penjualan berkat ramainya pengunjung.
“Kalau dibilang membantu, membantu sekali. Karena kita juga di sini enggak hanya jualan, tapi kita sebagai branding juga,” kata Kadim Amarzena Ardiansyah, Staff UMKM Kopipressio, Minggu (16/11/25).
Seorang pelaku UMKM yang berpartisipasi mengungkapkan bahwa festival ini sangat membantu. Menurutnya, CFK bukan hanya tentang jualan tetapi juga sebagai sarana branding.
CFK 2025 berhasil menarik perhatian warga Surabaya dan sekitarnya, dengan suasana yang ramai dari hari pertama hingga hari ketiga.
“Hari ini kita ada beberapa pengumuman lomba-lomba yang telah kita selenggarakan. Dan yang kedua, kita mengundang Andra and The Backbone. Hari ini kita bisa konser gratis bareng Cleo, masuk hanya dengan membawa Cleo 1 liter saja,” kata Ari Septio, salah satu PIC Cleo Festival Kuliner.
Selain itu, bahwa dalam 3 hari di festival selalu ramai dengan suasana positif. Ari menyampaikan bahwa di hari terakhir, terdapat beberapa agenda menarik termasuk pengumuman pemenang lomba, serta penampilan konser gratis yang dinanti-nantikan pengunjung.
Gelaran CFK 2025 resmi ditutup pada 16 November, namun para pelaku UMKM berharap acara serupa dapat terus diselenggarakan untuk memberi ruang bagi produk lokal berkembang lebih luas.
Augenia Hapsari Marteau
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya.

