Surabaya- Gedung Singa yang berada di Jl. Jembatan Merah No. 19-23, Kota Surabaya memberi kesempatan para masyarakat masuk ke gedungnya dalam pameran milik IFG Life dengan tema Resonance of Light: Honoring the Past, Protecting the Future.
Pameran ini berjalan mulai tanggal 20 – 28 November 2025 secara gratis dengan memamerkan aset properti maupun bangunan cagar budaya yang ada di Gedung Singa Surabaya ini.
“Jadi kita coba hidupkan tapi dengan sesuatu yang inovatif, kebetulan aset kami itu ada juga yang sifatnya aset-aset cagar budaya jadi kita bekerjasama dengan Pemkot Surabaya untuk menghidupkan kembali buat dioptimalisasi lah aset kami, jadi bisa dinikmati juga untuk publik.”, ujar Boni, Special Asset Management IFG Life, Kamis (27/11/2025).
Dengan memadukan teknologi digital dan heritage IFG Life bekerja sama dengan pemerintah Kota Surabaya untuk menjalankan pameran ini. Menampilkan showcase aset dan pameran imersif yang berisi tentang sejarah berdirinya gedung singa, karena memiliki nilai sejarah yang kuat serta merupakan karya arsitek ternama pada masanya yaitu Hendrik Petrus Berlage dalam pameran ini menambah pengalaman dan pengetahuan tentang sejarah Gedung Singa tersebut.
Gedung singa sendiri sudah lama tidak dibuka untuk publik banyak pengunjung yang antusias untuk merasakan seperti “kembali ke masa lalu” ketika melihat detail arsitektur kuno gedung yang dipadukan dengan teknologi visual modern.
Beberapa UMKM juga ikut mengisi pameran ini, mulai dari aksesoris, kemeja, sepatu bercorak tanaman, olahan kerupuk, dan celengan dari bahan daur ulang. Kehadiran UMKM ini juga membuat suasana pameran terasa lebih hidup karena pengunjung tidak hanya menikmati karya visual, namun berinteraksi langsung dengan pelaku usaha UMKM.

IFG Life juga memiliki berbagai aktivitas seru yang bisa diikuti seperti games, yaitu ada spin wheel untuk mendapatkan merchandise dari IFG Life sendiri. Selain spin wheel, pengunjung juga dapat mengikuti aktivitas interaktif seperti photo di sekitar Gedung Singa di bagian pameran showcase aset dan pameran immersive. Pengunjung mengunggah foto tersebut ke media sosial dengan mention akun Instagram @ifg.life dan mention akun 3 teman.
Pameran ini menunjukkan dengan antusias bahwa bangunan bersejarah seperti Gedung Singa masih memiliki tempat dan daya tarik tersendiri. IFG Life berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan untuk menjaga sejarah dan cagar budaya tetap hidup dan dikenal oleh masyarakat umum.
“Pertama pasti sangat seru banget ya, sangat-sangat excited kebetulan aku dari Sidoarjo ke Surabaya cuman buat acara ini”, ujat Zahra, pengunjung yang tertarik pada acara ini .
“Harapannya yang pasti mudah-mudahan masyarakat Surabaya atau dalam sebut ininya, lebih menghargai bangunan-bangunan bersejarah terutama di Surabaya untuk lebih bisa dimanfaatkan atau tidak dirusak lah kira-kira seperti itu dan ya kan buat menarik wisatawan baik lokal maupun asing biar tambah datang ke Surabaya kan kalau dirawat gitu.” ujar Boni, Special Asset Management IFG Life.
Gelaran pameran ini bukan hanya sekadar untuk kepentingan dalam menunjukkan aset properti IFG Life saja tetapi menjadi ruang edukasi bagi masyarakat bangsa terhadap pengetahuan salah satu sejarah cagar budaya Surabaya.
Chintia Dewi Pramudita
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

