Surabaya (beritajatim.id) – POSS Orchestra (Pusat Olah Seni Surabaya) kembali menggelar home concert keduanya untuk mengapresiasi masyarakat di Balai Pemuda Surabaya
Acara tepatnya di Galeri DKS pada Sabtu, 29 November 2025.
Acara ini merupakan konser kecil sekaligus ajang silaturahmi komunitas dan apresiasi bagi publik yang mendukung perkembangan musik klasik di kota Pahlawan.
Pendiri POSS Orchestra, Heru Prasetyo, menjelaskan bahwa mendirikan komunitas ini dan menjalankan acara murni untuk membantu anak-anak dan masyarakat agar bisa lebih mengenal musik-musik orkestra dan mau belajar bersama.
Heru Prasetyo, menceritakan bahwa perjalanan awal POSS Orchestra Surabaya tidaklah mudah.
Dimana awalnya ditujukan untuk anak-anak yang kurang mampu lalu, selama satu tahun pertama kegiatan latihan yang awalnya digratiskan ternyata membuat anggota sulit berkumpul secara konsisten.
Baru setelah menentukan biaya latihan dan pendaftaran sekitar Rp50.000, barulah anggota mulai disiplin dan komunitas berkembang dan pernah mencapai Rp200.000 untuk sekali pertemuan.
Gelaran home concert kali ini diketuai oleh mahasiswa magang Seni Musik dari UNESA (Universitas Negeri Surabaya), dan berada di bawah naungan Heru Prasetyo selaku pendiri POSS Orchestra.
Namun, di balik acara yang berjalan lancar ini, ada proses persiapan yang cukup unik. Home concert kali ini ternyata menjadi tugas magang mahasiswa Seni Musik dari UNESA yang dipercaya sebagai ketua pelaksana.
“Kamu magangnya ini, kamu buat konsep. Udah itu aja. Yang lain bantu, jadi yang lain melatih, yang lain mempersiapkan acara-acaranya” ujar Heru Prasetyo pendiri POSS Orchestra.
Untuk setiap acara, POSS Orchestra Surabaya tidak hanya menampilkan musik, tetapi juga membawa tema tertentu yang ditujukan bagi masyarakat. Dalam acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Untuk Kita Semua”, menandakan bahwa acara musik ini ditujukan agar semua orang dapat menikmati musik orkestra.
Dikatakan spesial karena acara seperti ini jarang ditemukan, biasanya acara seperti ini di gelar di gedung mewah, tetapi POSS Orchestra mengadakannya selalu di tempat ikonik dan bersejarah di Surabaya, seperti di Balai Pemuda, Taman Budaya, dan Kota Lama.
Promosi acara dilakukan melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok milik POSS Orchestra dan akun media sosial milik anggota komunitas yang dikelola langsung oleh para anggota sendiri.
Heru Prasetyo selaku pendiri POSS Orchestra memiliki harapan besar terhadap pemerintah kota Surabaya agar komunitas seperti mereka bisa mendapatkan dukungan fasilitas gedung.
“Untuk pemerintah, saya harapkan model-model kayak gini, komunitas model kayak gini, ya dibantu lah, untuk minim gedungnya. Minim gedungnya aja. Biar kita tuh ga mulu-mulu lah, kita ada gedung, kita bisa jalan. Soalnya kan, orang tua sendiri kan, orang tua murid kan, antusias sekali, itu saja.” Ujar Heru Prasetyo.
Michelle Keyce Krismanto & Fransisca G. Mutiara Leok
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala (UKWMS) Surabaya

