Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

Helena Claresta Wellyan3 Juli 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sampah Plastik di Sebuah Sudut Kota

Permasalahan sampah plastik di Indonesia masih menjadi perhatian khusus. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, timbulan sampah di Indonesia sebanyak 144.770 ton per hari dengan kontribusi 20,49% merupakan jenis sampah plastik.

Penggunaan plastik yang terasa sangat mempermudah kehidupan nyatanya menimbulkan permasalahan serius untuk lingkungan. Namun, kebiasaan penggunaan plastik bisa diminimalisir dengan kebiasaan baru tanpa mengganggu aktivitas kita.

Berikut macam-macam kebiasaan yang mungkin bisa dicontoh atau mungkin tanpa sadar sudah pernah kamu coba.

Mengurangi Penggunaan Sedotan Plastik
Menggunakan sedotan plastik saat membeli minuman sudah menjadi kebiasaan umum kita, padahal kita bisa menggunakan sedotan dengan bahan stainless steel untuk menggantikan sedotan plastik. Selain tak hanya mengurangi sampah plastik, sedotan stainless steel juga tahan lama.

Namun, beberapa orang merasa kurang nyaman dengan rasa besi yang timbul saat menggunakan sedotan stainless steel dan pembersihan sedotan yang cenderung ribet sehingga lebih memilih tidak menggunakan sedotan sama sekali.

Elvina, seorang mahasiswa, mengaku berhenti menggunakannya karena proses pembersihannya cukup merepotkan.

“Harus pakai sikat kecil, kalau tidak nanti tidak bersih, apalagi kalau habis minum yang ada bobanya,”

Sementara itu, Karen, mahasiswa lainnya, mengaku kurang nyaman menggunakan sedotan stainless karena merasa muncul sensasi rasa logam saat digunakan.

“Aku pernah pakai, rasanya jadi aneh, seperti ada rasa besinya. Makanya aku lebih memilih tidak memakai sedotan” ujar Karen.

Menggunakan Tumbler Minum
Salah satu kebiasaan yang kini banyak dijumpai di kalangan pekerja maupun pelajar adalah membawa tumbler sendiri sebagai wadah minum, salah satunya dengan tujuan menghemat pengeluaran.

Di balik alasan tersebut, kebiasaan sederhana ini juga menjadi langkah kecil dalam mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Dengan membiasakan membawa dan mengisi ulang tumbler, kita dapat mengurangi timbulnya sampah botol plastik sekaligus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain memiliki fungsi yang ramah lingkungan, tumbler juga semakin diminati karena hadir dalam beragam desain, ukuran, dan material yang mampu menjaga suhu minuman, baik tetap panas maupun dingin, sehingga lebih praktis digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Menggunakan Kantong Kain untuk Belanja
Penggunaan tas belanja kain sudah diterapkan di beberapa daerah. Beberapa supermarket dan minimarket di Indonesia sudah resmi melarang penggunaan kantong plastik dan menggantinya dengan tas belanja kain. Penggunaan tas belanja berbahan kain ini bisa dijadikan kebiasaan baru untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

Menggunakan Wadah yang Sudah Dimiliki
Menggunakan kembali wadah kosong menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang dapat mengurangi penggunaan plastik. Wadah bekas yang masih layak pakai dapat dimanfaatkan kembali untuk menyimpan berbagai kebutuhan rumah tangga, terlebih jika produk yang telah habis dapat diisi ulang (refill) tanpa harus membeli kemasan baru.

Namun perlu diperhatikan, wadah yang bisa digunakan kembali hanya wadah dengan logo daur ulang berupa segitiga atau kode angka 5 (PP/Polypropylene). Logo ini bisa dilihat di bagian bawah wadah.

Memilah Sampah Berdasarkan 3R
Mungkin kebiasan satu ini bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk dicontoh, yaitu memilah sampah sebelum dibuang. memilah sampah bukan hanya tanggung jawab para pengangkut sampah, tetapi seharusnya kita memiliki kebiasaan memilah sampah, seperti salah seorang warga Surabaya, Devita seorang ibu rumah tangga yang telah menerapkan kebiasaan memilah sampah selama dua tahun terakhir. 

Menurut Devita warga Surabaya, memilah sampah sebaiknya diawali dengan kesadaran bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan yang dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memisahkan sampah organik dan anorganik yang lebih baik dibersihkan terlebih dahulu untuk lebih muda di daur, atau bisa juga pisahkan sampah residu seperti pembalut, popok atau kotoran peliharan yang memiliki peluang menyebarkan penyakit.

“Jangan langsung bikin sistem yang complicated, cukup ketahui dulu sampah dibagi jadi dua jenis dulu, yaitu organik dan anorganik. Nah, fokus jenis sampah yang perlu banget kita perhatikan adalah yang sampah anorganik, yaitu plastik, kertas, atau logam. Karena jenis sampah ini susah terurai jika dibuang begitu saja atau dibiarkan menumpuk di TPS.”kata Devita.

Selain itu, Devita  juga menyarankan mengetahui lokasi bank sampah atau waste station terdekat agar sampah hasil pilahan dapat disalurkan dan dikelola dengan baik.

“Cari tahu ke mana sampah hasil pilahan akan disalurkan, misalnya ke bank sampah atau waste station terdekat. Orang biasanya lebih semangat memilah kalau tahu sampahnya benar-benar akan dikelola.”katanya.

Meski terlihat sebagai kebiasaan kecil, pemilahan sampah yang dilakukan secara konsisten di tingkat rumah tangga dapat mendukung proses daur ulang dan membantu mengurangi timbunan sampah.

Berbagai kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mulai mengelola sampah dengan lebih baik. Melalui contoh-contoh kebiasaan ini, setiap orang dapat memilih cara yang paling mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan kecil tersebut dapat berkembang menjadi gaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Helena Claresta Wellyan
Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya

sampah plastik UKWM
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Menavigasi Arus Digital: Bagaimana Teknologi Media Merombak Jiwa Sosial Kita

30 Juni 2026

Harga dan Rupiah ‘Naik’, Ini Solusi Yang Harus Pemerintah Lakukan

19 Juni 2026

Di Atas Polemik, Reog Harus Tetap Menjadi Pemenang

18 Juni 2026

Main Hakim Sendiri Bukan Syariat dan Bukan Hukum

18 Juni 2026

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

Athira Rafsya Azzahra Hidupkan Peran Krusial di ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett”

2 Mei 2026

Di Balik Sikap Cueknya, Firzha Maulana Krishnanda Menjadi Kunci Misteri dalam Film “Call 911”

1 Mei 2026

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

30 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026

Menavigasi Arus Digital: Bagaimana Teknologi Media Merombak Jiwa Sosial Kita

30 Juni 2026

Harga dan Rupiah ‘Naik’, Ini Solusi Yang Harus Pemerintah Lakukan

19 Juni 2026

Di Atas Polemik, Reog Harus Tetap Menjadi Pemenang

18 Juni 2026

Main Hakim Sendiri Bukan Syariat dan Bukan Hukum

18 Juni 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.