Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Kesiapsiagaan DPKP Surabaya: Dari Respons Cepat hingga Evaluasi Rutin

Kesiapsiagaan DPKP Surabaya: Dari Respons Cepat hingga Evaluasi Rutin

Ernesto Ardi13 Desember 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Surabaya – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran dan situasi darurat melalui sistem respons cepat, latihan rutin, serta pengecekan peralatan yang dilakukan secara berkala.

Di Pos DPKP Surabaya Pasar Turi, kesiapan tersebut tampak dari prosedur yang dijalankan setiap hari oleh petugas, mulai dari penerimaan laporan hingga evaluasi pascakejadian.

Ketua Tim Kerja Operasional Pemadaman DPKP Surabaya, Trianjaya Atmoprawiro, menjelaskan bahwa secara nasional standar waktu respons kebakaran ditetapkan 15 menit.

Namun, Surabaya mampu melampaui standar tersebut. Pada 2024, waktu respons rata-rata tercatat tujuh menit dan meningkat menjadi sekitar 6,5 menit pada 2025. “Laporan masuk melalui Command Center 112, lalu langsung diteruskan ke pos terdekat untuk meluncur,” ujar Trianjaya Atmoprawiro .

Menurutnya, sistem 112 menjadi pusat koordinasi seluruh penanganan darurat. Setelah laporan diterima, tidak hanya satu unit yang diberangkatkan, tetapi juga satu hingga dua unit tambahan sebagai antisipasi. Unit pertama yang tiba akan memberikan laporan awal mengenai skala kebakaran, sehingga Command Center dapat menentukan kebutuhan tambahan unit di lapangan .

Dalam pengembangan layanan, DPKP Surabaya kini tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga aspek penyelamatan. Penambahan nomenklatur “penyelamatan” membuat tugas petugas semakin luas, mencakup evakuasi manusia, hewan, hingga penanganan situasi berbahaya lainnya. “Tugas kami jadi lebih berat, tapi itu konsekuensi untuk meningkatkan pelayanan,” kata Trianjaya Atmoprawiro .

Dari sisi lapangan, Komandan Regu Peleton Tiga Tim Rescue, Sutrisno, mengatakan kesiapan personel dimulai sejak alarm masuk. Seluruh anggota langsung mengenakan alat pelindung diri sebelum menuju unit masing-masing dan berangkat ke lokasi kejadian. “Waktu respons kami untuk sampai ke lokasi sekitar enam menit,” ujarnya .

Pembagian tugas dilakukan oleh pelaksana tugas atau PLT setiap pergantian shift. Personel ditempatkan pada unit sesuai peran, mulai dari unit kecil hingga unit besar seperti Bronto dan SEBA. Sutrisno menyebut latihan fisik dan keterampilan dilakukan setiap hari untuk menjaga stamina dan kesiapan mental petugas. “Latihan ini supaya saat kejadian kami tidak kaget dan tetap fokus,” katanya .

Sementara itu, dari sisi operator kendaraan, Cahyo dan Afrian menjelaskan bahwa prosedur pengecekan unit dilakukan sebelum keberangkatan. Mesin kendaraan dinyalakan lebih awal untuk memastikan kondisi siap pakai, termasuk rotator dan sistem pendukung lainnya. “Sopir harus datang lebih dulu untuk memastikan unit siap,” ujar Cahyo .

Pos Pasar Turi sendiri memiliki sekitar 17 unit dengan fungsi berbeda, mayoritas untuk penyelamatan. Beberapa unit dilengkapi peralatan vertikal rescue, sementara satu unit matra memiliki kapasitas air 1.200 liter. Perawatan kendaraan dilakukan setiap pergantian shift, mulai dari pengecekan oli, ban, hingga kebersihan unit, sementara servis berkala dilakukan melalui bengkel resmi .

Meski demikian, tantangan di lapangan tetap ada. Kemacetan di kawasan pusat kota dan kurangnya kesadaran sebagian pengguna jalan kerap memperlambat laju unit. Namun, petugas menilai kesadaran masyarakat Surabaya mulai meningkat. “Kalau sirene sudah bunyi, sekarang banyak yang langsung menepi,” kata Afrian .

Melalui sistem respons cepat, latihan berkelanjutan, dan evaluasi rutin, DPKP Surabaya berupaya memastikan setiap petugas dan peralatan selalu siap menghadapi situasi darurat demi keselamatan masyarakat.

Ernesto Ardi
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

DPKP Surabaya Fikom UKWM
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026

Menavigasi Arus Digital: Bagaimana Teknologi Media Merombak Jiwa Sosial Kita

30 Juni 2026

Harga dan Rupiah ‘Naik’, Ini Solusi Yang Harus Pemerintah Lakukan

19 Juni 2026

Di Atas Polemik, Reog Harus Tetap Menjadi Pemenang

18 Juni 2026

Main Hakim Sendiri Bukan Syariat dan Bukan Hukum

18 Juni 2026

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026

Menavigasi Arus Digital: Bagaimana Teknologi Media Merombak Jiwa Sosial Kita

30 Juni 2026

Harga dan Rupiah ‘Naik’, Ini Solusi Yang Harus Pemerintah Lakukan

19 Juni 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.