Surabaya – Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi cuaca di Indonesia, termasuk di Surabaya terlihat berubah-ubah secara drastis. Pagi hari terlihat cerah, namun siang atau sore hari tiba-tiba turun hujan disertai angin. Fenomena ini dikenal sebagai Musim Pancaroba, yaitu masa peralihan antara musim hujan dan musim kemarau.
Perubahan suhu dan kelembapan yang ekstrem ini seringkali menyebabkan ketidaknyamanan dan berdampak serius pada kesehatan masyarakat. Perubahan yang cepat dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga virus bakteri lebih mudah menyerang.
“Saat terjadi perubahan dari musim kering ke hujan, genangan air menjadi tempat yang baik bagi nyamuk demam berdarah untuk bereproduksi, sehingga demam berdarah makin tinggi,” kata Yulius Dennis Ariel, Dokter Umum.
Selain itu, Dokter Yulius Dennis Ariel menjelaskan bahwa, ”Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat karena orang cenderung lebih mudah berkerumun, dan higienitas yang rendah saat pancaroba juga memicu diare karena makanan mudah terkontaminasi”. Ia menyarankan untuk mencegah demam berdarah dengan melakukan 3M yaitu mengubur, menutup, dan menguras.
Menurut Dokter Umum, Yulius Dennis Ariel. Masyarakat perlu mewaspadai tiga penyakit utama yang sering meningkat selama periode pancaroba.
Tiga Penyakit yang Mengintai di Musim Pancaroba
Berikut adalah penyakit yang paling sering muncul dan cara penyebarannya di masa peralihan musim:
Demam Berdarah (DB)
Peningkatan kasus demam berdarah terjadi saat musim kering berganti ke musim hujan. Perubahan ini menyebabkan munculnya genangan air, yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk bereproduksi.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
ISPA yang mencakup flu, batuk, dan pilek, juga mengalami peningkatan. Dokter Yulius Dennis Ariel juga menjelaskan bahwa salah satu penyebabnya adalah kecenderungan orang untuk lebih mudah berkerumun, yang mempercepat penyebaran virus dan bakteri melalui droplet di udara.
Diare atau Gastroenteritis
Penyakit pencernaan ini disebabkan oleh buruknya higienitas saat musim pancaroba. Sampah-sampah yang awalnya berada di tempat khusus bisa ikut terbawa air, menyebabkan bakteri lebih mudah mencemari makanan dan menginfeksi manusia.
Senada dengan pengalaman masyarakat, Mahasiswi Carolina Esther mengatakan kakaknya pernah mengalami sakit flu, batuk, pilek, dan meriang saat musim pancaroba.
Carolina Esther menyebut, untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca yang tidak bisa ditebak, ia dan keluarganya lebih fokus pada “menjaga makanan, stok vitamin, dan minum air putih yang banyak”
Kebiasaan lain yang ia lakukan sehari-hari untuk menjaga daya tahan tubuh adalah ”minum air putih, terus istirahat yang cukup, dan jangan sampai ke-skip makan rutinnya tiga kali sehari, serta diselingi olahraga kecil seperti jogging,” kata Carolina Esther, seorang Mahasiswa.
Tips Praktis Menjaga Kesehatan
Berikut adalah tips praktis menjaga kesehatan di masa peralihan musim:
Pencegahan Penyakit Spesifik
Mencegah Demam Berdarah
Kemenkes merekomendasikan gerakan 3M (Mengubur, Menutup, Menguras). Pastikan Anda menguras bak mandi secara teratur, menutupnya agar tidak menjadi genangan, dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air.
Mencegah Diare
Pastikan kebersihan makanan yang dikonsumsi. Selain itu, cuci tangan harus dilakukan sesuai enam langkah pedoman WHO sebelum makan.
Mencegah ISPA
Jika terpaksa berada di tempat berkerumun, gunakanlah masker. Lebih baik lagi, hindari tempat kerumunan jika memungkinkan.
Memperbaiki Kebiasaan Sehari-hari
Kebiasaan buruk dapat memperburuk kondisi kesehatan. Dua kebiasaan yang wajib diperhatikan:
Etiket Batuk
Hindari batuk dengan menutupi mulut menggunakan telapak tangan. Gunakan lengan atau siku untuk menutup batuk agar penularan melalui tangan (saat bersalaman) dapat dibatasi.
Mencuci Tangan
Hindari mencuci tangan di air yang disediakan di satu tempat (kobokan), karena hal ini justru membuat bakteri tetap ada di air tersebut. Selalu gunakan air mengalir untuk kebersihan yang lebih baik.
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Langkah-langkah sederhana dan efektif untuk menjaga daya tahan tubuh:
Tidur yang cukup.
Minum air putih yang banyak.
Makan secara teratur dan menjaga pola makanan.
Mengonsumsi vitamin dan memiliki persediaan vitamin.
Melakukan olahraga ringan, seperti jogging.
Dengan mengenali risiko penyakit dan menerapkan tips pencegahan yang tepat, masyarakat diharapkan dapat melewati masa pancaroba dengan kondisi kesehatan yang prima.
Augenia Hapsari Marteau
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

