Surabaya – PB Cuaks, komunitas badminton yang lahir dari ide ‘iseng’ sekelompok ibu-ibu yang menunggu anak pulang sekolah, kini bertransformasi menjadi komunitas berprestasi dengan lebih dari 50 anggota dari berbagai latar belakang.
“Dari kurang lebih hampir 2 tahun lalu, awalnya kita mengisi waktu luang nunggu anak pulang sekolah dengan kulineran, tapi kalau kulineran terus kok ya ga sehat. Terus ada yang mencetuskan ide untuk berolahraga, dan semua sepakat untuk bermain badminton. Disaat itulah PB Cuaks tercipta” Ungkap Florensia Yos, ketua komunitas PB Cuaks, Kamis (26/11/2025).
Hingga kini, PB Cuaks melaksanakan jadwal latihan regulernya setiap hari rabu pukul 8 pagi, di lapangan Zuper DHR dan sabtu pukul 6 malam di lapangan badminton MERR, Surabaya.
Beberapa kali mengadakan sesi coaching diluar jadwal reguler. Bahkan, mereka juga menyediakan sesi coaching untuk anak-anak yang ikut bermain badminton bersama orang tuanya setiap hari Sabtu sore.
Komunitas yang terbentuk karena ide iseng seseorang, kini telah memiliki 50 lebih anggota. Tidak hanya para pasutri, namun juga ada anggota yang masih single, kalangan muda hingga anak-anak.
Meski terbilang baru, PB Cuaks sudah pernah menjuarai turnamen womens double kelas F dan juga meraih juara 2 dalam mens double dalam pertandingan DOREPI Battlefield 2025 yang digelar beberapa bulan lalu.
Kemenangan ini menegaskan bahwa PB Cuaks bukan sekadar komunitas mengisi waktu luang tetapi juga komunitas yang memiliki daya juang yang tinggi dengan tetap mempertahankan nilai kekeluargaan.

Menurut Beatrix, selaku anggota sekaligus pengurus media sosial resmi PB Cuaks, menegaskan bahwa adanya komunitas ini tidak hanya untuk mengisi waktu luang tetapi komunitas ini juga menjadi tempat untuk memperluas relasi.
Hal ini didukung oleh solidnya relasi antar anggota dalam PB Cuaks dan anggota lainnya melalui pertandingan persahabatan atau sparing yang digelar oleh PB Cuaks.
Selama menjalankan komunitas ini Flo menjelaskan bahwa tantangan dalam menjalankan komunitas ini adalah semakin banyaknya member, semakin sulit untuk mengaturnya.
“Tapi untungnya, PB Cuaks ini kita punya orang-orang yang aktif. Jadi, ada bagian bendahara, ada wakil, ada yang bagian ngatur sosmed dan untungnya, sampai saat ini, kita semua masih kompak dan masih bisa mengatur PB Cuaks ini,” jelas Flo, Ketua Komunitas PB Cuaks, Rabu (26/11/2025).
Selain berkumpul di lapangan, komunitas ini juga sering mengadakan pertemuan di luar jam latihan. Mereka makan bersama, berdiskusi soal kegiatan komunitas, bahkan juga berbagi cerita sehari-hari.
Momen-momen ini bertujuan untuk mempererat hubungan antaranggota yang juga seperti keluarga kecil dan saling mendukung satu sama lain, menjadi bukti nyata bahwa PB Cuaks yang lahir dari sebuah ide iseng bisa tumbuh menjadi keluarga yang solid dan berdaya juang tinggi.
Amelia Florencia Cahyono
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

