Surabaya – Museum Tugu Pahlawan di Jalan Pahlawan, Surabaya kembali dimeriahkan oleh acara spesial “Night At the Museum” yang digelar selama tiga hari pada 28-30 November 2025 mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB.
Acara tahunan yang selalu menjadi rangkaian Hari Ulang Tahun Kota Surabaya, kini hadir sebagai puncak perayaan penutupan BAJAWARA.
Sebuah proyek pameran antara UPTD Museum dan Gedung Seni Budaya Disbudparpora Kota Surabaya yang berlangsung sejak 20 November 2025 dengan menampilkan kisah sejarah heroik peristiwa 10 November 1945 melalui proyek 360 derajat yang memukau dan tata audio yang menarik.
Pameran yang biasa digelar dua kali setahun ini, kini melibatkan empat museum yaitu Museum Naskah Proklamasi Jakarta, Museum Pers Nasional Solo, Museum Islam Nusantara KH Hasyim Asy’ari Jombang serta Museum Tugu Pahlawan Surabaya.
Berdasarkan hasil link registrasi tiket, terdapat 5000 pembeli tiket yang berkunjung dan menikmati acara Night At the Museum. Hal ini menunjukkan antusiasme publik yang datang sejak hari pertama acara ini dibuka pada Jumat, 28 November 2025.
“Pameran BAJAWARA yaitu pameran cros musea kita mengundang dari 3 museum yang ada di Indonesia. Model-model kita bikin acara cangkuan sudah pernah sih kami laksanakan dulu dan Night At the Museum karena museum ada tema BAJAWARA kita buka night at the museum buka sampe malam hari. Jadi kita juga memfasilitasi UKM-UKM yang ada di sekitar yaitu untuk pemberdayaan UKM juga.” ujar Sadirah, Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Budaya, Jumat (28/11/2025).
Selain itu, acara ini juga memfasilitasi seniman lokal dan rumah anak kreatif untuk tampil. “Jadi kalau hari ini lebih ke musik sama dagelan memfasilitasi seniman yang ada di Surabaya.
Anak-anak rumah kreatif jadi rumah kreatif itu yang sekolah pemerintah kota untuk menumbuhkan pemimpin-pemimpin muda yaitu tampil di sini secara gratis jadi bisa mengasah teman-teman untuk bisa tampil di depan umum.” lanjut Sadirah.

Di sudut lokasi acara malam ini, terdapat macam UMKM lokal yang diundang dan berjejer rapi dengan menyajikan ragam kuliner Surabaya, seperti sego soge, angkringan, nasi pecel semanggi dan masih banyak lagi.
“Di sini kan ada pengurusnya kan kita dihubungi, ditawarin dulu maukah jualan disini gitu, terus kita mau ya kita jualan dan kayak event-event gini tuh pasti yang menentukan dari pihak tugu Pahlawan.” ujar Fadli, salah satu pelaku UMKM binaan YBM PLN. “Alhamdulilah kita masih sebagai perintis UKM masih diperhatikan sama pemerintah kota Surabaya, menambah penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari.” ungkap Fadli .
Selama acara berlangsung, jadwal buka museum juga diperpanjang bagi pengunjung yang mungkin belum berkesempatan untuk menikmati acara. Terlebih, para pelajar dapat mendaftar masuk secara gratis. Begitu pula untuk memasuki wahana acara Night At the Museum yang memerlukan registrasi tiket seharga Rp5.000 melalui laman TIKETWISATA.SURABAYA.GO.ID.
Gelaran ini menjadi upaya untuk memperluas jangkauan masyarakat dalam mengenang sejarah dan menikmati malam kota Pahlawan di bulan November sebagai ruang edukasi hingga hiburan anak bangsa.
Rehuellah Gertruini Runtukahu & Abigail Calista Felicia Avendano
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya

