Surabaya – Di tengah kesibukan manusia dengan ponselnya ada sekelompok orang memilih kembali ke kebiasaan lama dengan sibuk bertukar cerita dan menulis.
Kegiatan tersebut sering diadakan di rumah anggota komunitas, ataupun tempat perkumpulan lainnya seperti di D’Toekoe Kedai Surabaya.
Di ruang sederhana itu anggota komunitas Surabaya Bercerita menemukan tempat yang terasa seperti rumah kedua mereka.
Komunitas Surabaya Bercerita atau akrab disapa Sube.ce adalah komunitas literasi yang telah berdiri 4 tahun lamanya dan lahir dari menulis online bernama #30haribercerita.
Camilia Anjelina sebagai ketua komunitas menjelaskan bahwa Sube.ce terbentuk untuk mewadahi semua orang yang gemar menulis tanpa memandang usia maupun jenis kelamin.
“Sebenarnya melabelkan kalau kita itu anak dari #30haribercerita tetapi kontingen Surabaya jadi sebenarnya bukan karena semuanya orang Surabaya tapi karena titik kumpulnya di Surabaya” ujar Camilia, Ketua Komunitas, Minggu (23/11//2025).
Berawal dari keisengan, Sube.ce kemudian tumbuh menjadi rumah bagi para anggotanya yang ingin terus berkarya di dunia literasi, baik melalui menulis, membaca, maupun mendongeng.

Camilia terus menegaskan pentingnya menjaga budaya membaca dan kebiasaan menulis di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, agar literasi tidak hilang dan tetap bertahan.
“Anggapannya yang sudah lama jangan dihilangkan misalnya kebiasaan menulis, kebiasaan mencatat, padahal dengan gerakan tangan yang menulis itu juga membuat kita mengingat lagi apa yang ditulis” ujar Camilia, Ketua Komunitas Surabaya Bercerita (23/11/2025).
“Jadi dengan adanya Sube.ce ini menjadikan yang awalnya iseng-iseng akhirnya kita tahu bahwa kita sebenarnya sedang membentuk bahwa jangan takut untuk menulis tulis aja apa yang ada kalau mau bercerita pun apapun yang mau diceritakan silahkan ceritakan kalau ga bisa lewat tulisan bisa secara obrolan, kalau tidak bisa secara obrolan bisa secara tulisan, kita rangkum semua bareng-bareng kita wadahi bareng-bareng” lanjut Camilia, Ketua komunitas Surabaya Bercerita .
Bagi Iin dan Uswatun Khasanah sebagai anggota komunitas, mengatakan bahwa Sube.ce bukan sekadar komunitas melainkan ruang mereka menemukan teman, kegemaran dan minat yang sama untuk berkembang dan berdampak bersama terhadap dunia literasi.
“orang-orang yang ada di komunitas ini itu semuanya friendly gak memandang kamu dari sudah lama nulis atau orang baru yang belum bisa nulis atau apa semuanya dirangkul welcome, jadi gak ada diskriminasi atau apa ya pandangan yang miring atau menyepelekan terhadap orang-orang baru jadi semuanya welcome” jelas Iin, salah satu anggota baru komunitas Surabaya Bercerita .
Iin juga mengaku bahwa dirinya menemukan kenyamanan di komunitas ini karena tidak adanya diskriminasi atau dikecilkan dalam melakukan apapun yang dia suka terutama dalam hal menulis di komunitas tersebut.

Hal serupa dirasakan oleh Uswatun Khasanah, salah satu anggota yang tergabung dalam Sube.ce sejak 2024 mengatakan bahwa dengan adanya komunitas ini kegemaran menulisnya tidak pudar dan terus bertumbuh serta memperkenalkan kegiatan menulis ke anaknya agar tidak hilang karena perkembangan zaman.
“Jadi semangat untuk menuruti dunia literasi baca dan tulis itu yang makin selalu tumbuh setiap harinya dan itu tentunya akan dikeluarkan juga kan ke anak jadi setiap saatnya jadi sering baca sering tulis jadi kan anak juga di rumah melihat aktivitas kita kan lama-lama juga mengikuti penasaran terus setelah itu ya mengikuti” kata Uswa, anggota komunitas Surabaya Bercerita .
Namun di balik itu, Camilia mengaku bukan hal yang mudah untuk mengelola komunitas literasi ini di tengah perkembangan teknologi yang canggih seperti sekarang ini dan tahun-tahun mendatang.

Sumber daya manusia yang masih kurang menjadi tantangan terbesar baginya terlebih untuk menarik anak-anak muda bergabung dalam komunitas literasi. Terlebih banyak orang yang masih takut untuk menulis karena merasa harus membuat tulisan yang baik, mengikuti struktur penulisan yang baik dan benar, dan berbagai tekanan lainnya.
Hingga kini, komunitas Surabaya Bercerita tetap hadir menerangi jalan para penulis melalui beberapa kegiatannya ditunjukkan melalui akun @sube.ce di Instagram seperti Pesta Cerita yang merupakan acara setiap awal tahun pada bulan Januari, Bedah Buku, Zonasi (Zona Aksi dan Kreasi) layaknya perpustakaan mini yang diadakan untuk anak-anak, dan kegiatan baru mereka yaitu Bis Misue (Bioskop Mini Sube.ce) acara nonton film bareng dan mendiskusikan isi hingga konflik cerita film tersebut, serta launching buku yang telah merekah riliskan yaitu Cerita Orang Dalam (COD) dalam rangka memperingati HUT Surabaya ke 731 pada tahun 2024 dan buku antologi puisi “Kereta Aksara” untuk HUT Surabaya ke 732 pada tahun 2025.
Gracely Rictharya Ndun
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

